Buntut Dangdutan 17 Agustusan, Puluhan Warga di Swab

BOSTHOMSON, KENDAL – Puluhan warga Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, Jumat (20/8/2021), rencananya dites swab di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gemuh 1. Pelaksanaan swab sudah dilakukan sejak pagi hari. Hal itu untuk mengetahui apakah terpapar tidaknya Covid-19 setelah sebelumnya mereka mengikuti acara dangdutan dalam rangka 17 Agustusan di desanya.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Ferinando RAD Bonay, saat di konfirmasi. Ferinando mengatakan, buntut dari kegiatan dangdutan peringatan 17 Agustusan itu akan dilakukan swab kepada warga yang mengikuti acara tersebut. Swab yang dilakukan di Puskesmas Gemuh 1 itu adalah berdasarkan atas permintaan dari kepolisian sektor (Polsek) yang ada di wilayah Kecamatan Gemuh.

“Jadi, swab yang dilakukan petugas Puskesmas Gemuh 1 itu atas perimntaan dari Polsek. Warga yang di swab dari Desa Cepokomulyo yang sebelumnya kabarnya ikut acara dangdutan peringati 17 Agustusan. Ada 15 orang-30 orang yang rencananya di swab. Swabnya sudah dilakukan sejak pagi,” ungkapnya.

Ferinando menyatakan, setelah semuanya menjalani tes swab dan hasilnya ada yang menunjukan positif Covid-19 maka bagi mereka yang terpapar akan diisolasi. Pihak Dinkes juga akan melakukan treasing kepada keluarga dari warga yang hasilnya menunjukkan terpapar Covid-19.

“Isolasi bagi warga yang terpapar akan kita isolasi, bisa di RSDC atau tempat isolasi terpusat yang ada di desanya atau kecamatan,” terangnya.

Ferinando menghimbau kepada warga di Kabupaten Kendal untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Meski PPKM di Kabupaten Kendal sudah turun level 3 dari sebelumnya level 4, namun itu bukan jaminan tidak akan terjadi kembali peningkatan kasus positif Covid-19. Hal itu akan bisa saja terjadi jika tidak ada kesadaran da kedisiplinan dari mastarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di tengah pandemi ini.

“Levelnya sudah turun jadi 3, kondisinya sudah membaik, akan tetapi belum baik. Semua warga tetap melakukan prokes. Ada di level 3, memang kita sudah boleh beribadah dengan keterntuan minimal 25 persen. tapi itu harus dijaga.

“Makan di warung juga sudah dibolehkan dengan ketentuan aturan. Itu harus dijaga betul,” ujarnya.
Ferinando menambahkan, penerapan prokes harus selalu dilakukan, terutama pakai masker. Karena tidak ingin ada kasus seperti di luar negeri. Karena yang sudah divaksin banyak dari warganya yang mengabaikan prokes, salah satunya membuka masker sehingga kembali terjadi kenaikan kasus Covid-19.

“jangan sampai itu terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal. Mari dengan kebersamaan kita saling menjaga dengan tetap terapkan prokes. jangan sampai kasus terpapar Covid-19 di Kendal naik lagi,” pungkasnya. (id)

Editor: AbiZhaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *