SOSIALISASI

BP2MI Klaim Selamatkan 700 CTKI akan Diberangkatkan Kerja ke Luar negeri Secara ilegal

KENDAL – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah melakukan penggrebekan sebanyak 19  perusahaan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia (PPTKIS/PJTKI) ilegal.

“Dari 19 kali penggerebekan sekitar 700 orang dapat diselamatkan akan dipekerjakan ke luar negeri secara ilegal,” kata Kepala  Badan  Perlindungan  Pekerja Migran Indonesia Benny Ramdhani, saat mensosialisasikan tentang  Perlindungan Pekerja  Migran Indonesia, di PT Graha  Mitra  Balindo Cabang Kendal, Minggu (11/04/2021).

Calon pekerja migran juga harus pembebasanbiaya penempatan yang biasa disebut zero  cost. Hal itu diamanatkan dalam UU No 18 tahun 2017, terutama pasal 30.

“Yakni tentang pembebasan biaya  penempatan pekerja migran Indonesia,” lanjut Bennt.

Benny mengungkapkan, sebaiknya pekerja migran Indonesia atau TKI yang berangkat ke luar negeri melalui PJTKI legal. Saat ini  pemerintah akan menanggung biaya penempatan PMI atau TKI. Namun  pemerintah belum bisa menanggung semuanya.

“Pemerintah baru menanggung biaya pelatihan dan pendidikan, serta sertifikasi kompetensi. Besarannya sekitar Rp 7 juta,” ungkapnya.

Benny menyatakan, para pekerja migran Indonesia  saat ini dilindungi pemerintah  baik yang bersangkutan maupun keluarganya  mulai dari  mau berangkat  sudah bekerja  hingga  setelah kerja. Pemerintah wajib melindungi. Ia meminta kepada calon PMI atau TKI supaya hati-hati dengan informasi yang berasal dari media sosial.

“Sebab banyak yang tidak benar, alias berita hoax. Cari informasi pada PT atau agen  yang resmi memberangkatkan para pekerja migran Indonesia,’ terangnya.

Sekretaris DPD APJATI Jawa Tengah Ika Hikmah mengatakan sangat  setuju dengan adanya  zero cost pagi pekerja migran sebab  selama ini karena ada  biaya  para  pekerja migran ini akan terjerat hutang. Sebab belum mendapatkan upah harus  mengeluarkan biaya  terlebih dahulu.

“Ya  kalau di  luar negeri dapat  majikan yang  baik kalau pas apes, kadang dia tidak bisa pulang bahkan  harus menanggung  hutang,” terangnya. (Win)