Kondisi jalan Masjid Kelurahan Bandengan yang rusak parah

Bertahun-Tahun Rusak, Perbaikan Jalan Masjid Bandengan Dianggarkan 2022

BOSTHOMSON,KENDAL – Jalan Al – Hidayah atau yang dikenal dengan sebutan jalan Masjid di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal, kondisi semakin parah. Beberapa bagian berlubang dan bagian lain kini sudah dipenuhi tanah berlumpur.

Tanah berlumpur tersebut akibat dari pengurukan yang dilakukan masyarakat setempat untuk menutupi jalan yang rusak dan berlubang. Dana pengurukan tersebut inisiatif warga melalui swadaya masyarakat.

Lebih dikenal dengan sebutan jalan Masjid, karena lokasi jalan tersebut mengambil jalur dari arah depan Masjid Agung Kendal ke utara melewati Kelurahan Patukangan, Kelurahan Ngilir dan berakhir di Kelurahan Bandengan.

Namun, jika dilihat dari Google Maps, yang tertera di peta, jalan tersebut ditulis dengan nama jalan Al-Hidayah.

Meski berada di wilayah Kecamatan Kota Kendal dan berdekatan dengan Pusat Pemerintahan Kabupaten Kendal (kurang lebih dua kilometer dari Kantor Bupati Kendal), namun jalan Al-Hidayah atau jalan Masjid Kelurahan Bandengan, kondisinya sangat memperihatinkan.

Jalan rusak dan berlubang sudah berlangsung beberapa tahun tersebut, kondisinya semakin lama semakin parah. Dimulai dari pertigaan Kelurahan Balok, ke utara sampai arah TPI Bandengan, jalan berlubang juga dipenuhi dengan air rob.

Belum lagi, perbaikan jalan yang dimasukkan dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tidak menyentuh jalan Al-Hidayah atau jalan Masjid tersebut, melainkan untuk perbaikan jalan Laut yang berada di sebelah timur jalan Masjid.

Kepala Kelurahan Bandengan, Sutarjo mengatakan, warga Kelurahan Bandengan merasa kecewa dengan adanya rencana perbaikan di jalan Laut bukan di jalan Masjid. Menurutnya, para warga berharap agar jalan Al-Hidayah atau jalan Masjid bisa segera diperbaiki.

“Hari ini, kamj sudah bertemu dengan Kabid Binamarga PUPR Kendal. Beliau menjelaskan bahwa rencana awal memang yang akan dibangun itu jalan Masjid. Dimulai dari pertigaan jalan menuju Wonosasi (pertigaan Balok) kemudian ke utara menuju TPI. Namun karena dampak recofusing berkepanjangan, usulan progam kotaku tidak sesuai target,” ungkapnya, Jumat (12/11/2021).

Sutarjo menambahkan, berkaitan dengan jalan Al-Hidayah atau jalan Masjid yang rusak parah, akan dianggarkan oleh Binamarga lewat DAK di Anggaran Tahun 2022.

“Kami selalu berkoordinasi dengan DPUPR dan Anggota Dewan yang ada di Bandengan. Dengan harapan bisa mengawal usulan proyek jalan Masjid lewat anggaran DAK tersebut,” ungkapnya.

Ungkapan kekecewaan warga disampaikan Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Bandengan, Kamdi. Menurutnya dengan tidak segera diperbaikinya jalan yang rusak, maka akan semakin memperparah kerusakan dan bisa membahayakan pengendara.

“Ya seharusnya jalan Masjid ini yang diperbaiki atau mau diapakanlah yang penting tidak berlubang. Karena banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat terjatuh saat menghindari lubang,” ungkapnya.

Sementara itu, melihat kondisi jalan yang rusak parah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal yang juga sebagai warga Kelurahan Bandengan, Dian Alfat Muhammad angkat bicara.

“Yang pertama, saya merasa prihatin dengan adanya jalan rusak parah. Padahal Bandengan berdekatan dengan kantor pemerintahan Kendal. Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk melakukan tindakan cepat, dengan segera memperbaiki jalan tersebut. Karena sangat menghambat sekali untuk aktivitas masyarakat,” tandasnya.

Politisi Muda PKB tersebut juga mendorong kepada PUPR Kendal agar memperbaiki sementara jalan yang rusak. Bahkan dirinya juga mengaku barusan menelepon Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono, agar jalan yang rusak diberi sertu, diaspal dan juga dislender.

“Saya juga barusan telepon pak Sugiyono, agar jalan yang rusak parah, segera diperbaiki meski untuk sementara. Saya juga minta, agar diprioritaskan<span;> pembangunan jalan Masjid Kelurahan Bandengan tersebut untuk tahun 2022,” pungkas Dian. (Hans)