Direktur RSDC Kendal, dr Budi Mulyono.

Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSCD Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur lebaran idulfitri. Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Kabupaten Kendal difungsikan sebagai Tempat Isolasi Terpusat.

Gedung rusunawa yang disulap menjadi rumah sakit darurat tersebut sebelumnya digunakan untuk menampung pasien Covid-19 saat terjadi lonjakan kasus selama pandemi berlangsung.

Sebanyak 39 ruang lengkap dengan tempat tidur dipersiapkan  untuk menampung pasien Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh dr Budi Mulyono Direktur RSDC Kendal, dr Budi Mulyono saat dihubungi melalui telpon seluler, Kamis (20/5/2021).

Direktur RSDC Kendal, dr Budi Mulyono mengatakan, gedung RSDC telah digunakan untuk menampung pasien Covid-19 dengan gejala ringan saat terjadi lonjakan kasus saat awal pandemi.

“Seiring menurunnya penyebaran virus Corona di Kabupaten Kendal, gedung rusunawa yang disulap menjadi rumah sakit darurat itu akhirnya kosong dari pasien,” terangnya.

Semua ruang sempat bersih dari pasien ketika angka kasus corona di Kendal menurun drastis.

Kini, ruangan-ruangan sudah dipersiapkan kembali sebagai tempat isolasi terpusat manakala terjadi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran.

“Namun sampai saat ini masih kosong dan tidak ada tanda-tanda lonjakan kasus. Alhamdulillah masih aman, belum terjadi peningkatan,” jelasnya.

Budi Mulyono menambahkan selain menyiapkan ruangan, sejumlah obat-obatan, multivitamin, hingga tenaga medis juga telah disiapkan.

“Untuk dokternya pun masih konsulen tetap, yakni cuma saya dan satu dokter dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

RSDC ini diperuntukkan bagi warga Kendal terpapar Covid-19 yang tidak bisa dirawat di rumah karantina tingkat desa atau kelurahan.

Hingga kini jumlah kasus Covid-19 aktif mencapai 116 orang, dan hanya naik 3 kasus baru dari hari sebelumnya.(Win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *