Anggota DPR RI Komisi XI, Tuti Nusandari Roosdiono Gencarkan Penanganan Dan Pencegahan Stunting Bersama BKKBN

BOSTHOMSON, KENDAL – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Jawa Tengah bersama Anggota DPR RI Komisi XI, Tuti Nusandari Roosdiono menggelar acara Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana di Aula Kecamatan Gemuh Kabuoaten Kendal.

Acara dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XI, Tuti Nusandari Roosdiono secara virtual dan secara langsung oleh Kepala Perwakolan BKBBN Provinsi Jawa Tengah, Widwiyono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal , Akhmat Suyuti, Sekretaris Dinas P2KBP2PA, Indar Suci Mulyani, Camat Gemuh Fatoni dan perwakilan masyarakat dari 16 Desa Di Kecamatan Gemuh.

Tuti Nusandari mengungkapkan angka stunting di Jawa Tengah yang cukup tinggi sehingga dirinya bersama BKKBN bertekad membangun cara dan semangat baru dalam mewujudkan keluarga berkualitas terutama untuk mencegah dan menurunkan angka stunting pada balita.

“Sosialsasi hari ini bersama dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI, yaitu BKKBN Jawa Tengah. Ini untuk memberikan sosialisasi yang mengangkat tema berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, acara juga mengangkat masalah stunting,” ujarnya.

Tuti menjelaskan angka stunting di Indonesa masih cukup tinggi, sehingga diharapkan dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang digencarkan pemerintah bisa segera menurunkan angka stunting di Indonesia. Sehingga bayi maupun anak-anak yang merupakan generasi penerus perjuangan bangsa Indonesia bisa tumbuh sehat.

“Kita semua berharap, informasi yang telah diberikan ini dapat bermanfaat dan dapat dibagi dengan putra-putri, serta tetangga di rumah,” tututnya.

Sementara itu dari Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiyono mejelakan apa yang dimaksud dengan stunting. Menurutnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

“Beberapa penyebab stunting di antaranya, kurang asupan gizi selama hamil dan kebutuhan gizi anak tidak tercukupi. Selain itu faktor lain seperti kurangnya pengetahuan ibu hamil dan setelah melahirkan, terbatasnya akses pelayanan kesehatan termasuk layanan kehamilan dan kurangnya asupan gizi akibat faktor ekonomi,” papar Widwiyono.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal, Akhmat Suyuti mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan ini.

“Sosialiasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Gemuh. Saya berharap, dengan sosialisasi ke depan untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal tersebut.

Suyuti juga menegaskan untuk masalah stunting harus dituntaskan. Karena menurutnya jika tidak ada penanganan secara khusus, maka stunting ini bisa berdampak merugikan masyarakat.

“Sesuai petunjuk bapak Presiden Joko Widodo, bahwa angka stunting bisa ditekan, sehingga kami dari DPC PDI Perjuangan Kendal setuju dan mendukung penekanan angka stunting di Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Suyuti menambahkan, sebagai langkah yang diambil sebagai anggota dewan, dirinya mendorong kepada pihak terkait untuk penangangan dan pencegahan stunting di Kendal.

Sementara itu, Sekretaris DP2KBP2PA Kabupaten Kendal, Indar Suci Mulyani mengaku di Kabupaten Kendal sampai hari ini masih tinggi angka stuntingnya.

“Dari 266 desa di Kabupaten Kendal, masing-masing desa ada penderita stunting. Dan ini juga menjadi perhatian dari pemerintah, untuk menekan angka stunting,” ujarnya.(Win).