1.243 Orang Pemudik Masuk Kendal Dalam satu minggu

BOSTHOMSON – Bupati Kendal Dico M Ganinduto didampingi Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki meninjau 3 titik Pos Pengamanan mudik di jalur utama termasuk Pospam Exit Weleri, di Perbatasan Kendal-Batang, Senin malam (10/5/2021).

Bupati Dico mengatakan kunjungannya kali ini untuk melihat beberapa fasilitas pos termasuk melihat petugas yang terlibat dalam penjagaan.

Selain itu, Dico juga ingin memastikan secara langsung jumlah pemudik yang memasuki Kendal.

“Ada beberapa yang sudah dikembalikan lagi karena teridentifikasi melakukan arus mudik. Dan ada satu kendaraan yang isinya rame-rame. Kita memastikan disini jangan sampai arus mudik itu bisa terjadi khususnya pendatang yang datang ke Kendal,”ungkap Dico.

Lebih lanjut Dico menambahkan berdasarkan laporan yang masuk telah ada 1.243 orang yang masuk ke Kendal dalam satu minggu terakhir.

“Itu sudah kami pastikan diposko PPKM Mikro dan 100% sudah di cek antigen semua dan hasilnya negatif, namun ada baru-baru ini juga ada yang positif tapi sudah langsung diisolasi,”kata Bupati Dico.

Dalam kunjungan monitoring Pospam tersebut turut hadir, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Muhammad Makmun, Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto dan Sekda Kendal Moh Toha, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kendal.

Sementara Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menjelaskan bahwa Kabupaten Kendal merupakan daerah imbangan dan bukan termasuk 14 titik penyekatan dari Mabes Polri.

“14 titik posko penyekatan dari Mabes polri untuk Jawa tengah, tapi kita melakukan imbangan, memang kalau ada masyarakat yang melintas di wilayah kita. Dan itu sudah kita screening kalau tidak mempunyai surat kita kembalikan.

 “Meski kita merupakan daerah imbangan, kita tetap tegas dengan penegakan. Apabila tidak ada kelengkapan surat akan tegss kita kembalikan,” jelas Kapolres Kendal.

Kaplores menambahkan sampai saat ini telah banyak pemudik yang diarahkan untuk putar balik.

Dalam pantauan kami kebanyakan ditemukan kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua. Selain itu juga kendaraan komersial seperti bus. Namun memang banyak kendaraan pribadi di jalur pantura,” pungkasnya.(Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *